Menanam Bunga

Menanam di Pondok Bunga

 

SditNews- Selasa, 5 Oktober 2017 tampak keseriusan di wajah siswa siswi SDIT Al Islam Kudus saat mengikuti pembelajaran luar sekolah.  Bertempat di Pondok Bunga Budhi Karya, siswa-siswi tampak antusias dalam mengikuti setiap kegiatan.

Pembelajaran dimulai dengan berdoa di sekolah kemudian dilanjutkan dengan perjalanan dengan menumpang angkot yang telah disediakan. Menggunakan delapan angkot, sebanyak 145 siswa dan 8 guru menikmati perjalanan sejauh + 3km. Selama perjalanan siswa-siswi mengamati lingkungan yang tampak di luar angkot. Tak lupa canda tawa menghiasi perjalanan sambil memahami perbedaan lingkungan sehat dan tidak sehat.

Sesampainya di pondok bunga, guru meminta izin untuk membawa anak-anak berkeliling kebun.Siswa-siswa terlihat rasa ingin tahunya, aneka tanaman mulai dari tanaman hias, buah, bibit pepohonan dapat ditemukan dengan mudah.

Untuk melengkapi pembelajaran, siswa-siswi praktik menanam secara langsung. Pot dan tanah sebagai media tanam sudah disiapkan oleh Pondok Bunga. Bunga ruwelya menjadi pilihan kami untuk ditanam, karena perawatannya yang mudah. Dan untuk selanjutnya, siswa siswi membawa pulang hasil praktik menanamnya.  Tanaman ruwelya harus disiram setiap hari, setelah berbunga siswa-siswi harus mengirimkan fotonya ke wali kelas sebagai bentuk laporan. (Farisda-eska)

 
 

Energi Alternatif

Energi Alternatif Kentang Dan Lemon

 

SditNews- Rabu, 23 Agustus 2017 peserta didik kelas 4 melaksanakan kegiatan “mencari energi alternatif”. Bertempat diteras jenjang kelas 4, terlihat para siswa membawa kentang dan jeruk lemon kemudian dirangkai dengan kabel, lampu dan penjepit buaya. Ketika lampu menyala peserta didik dapat menyimpulkan bahwa energi dapat diambil dari bahan alam dalam percobaan kali ini adalah dengan menggunakan kentang dan lemon. Kentang dan lemon dapat menghasilkan energi listrik yang bisa digunakan untuk menghidupkan lampu. Kemudian guru menugaskan kepada siswa untuk mencari sumber energi alternative selain kentang dan lemon yang  dapat menghasilkan sumber energi listrik, dan melaksanakan kegiatan percobaan dirumah.

Percobaan rangkaian sumber energi alternative dari kentang dan lemon telah selesai, kemudian peserta didik melanjutkan dengan menganalisis hak dan kewajiban terhadap energi. Peserta didik  menuliskan kewajiban yang pernah dilakukan terhadap sumber energi seperti menghemat energi, dan menunjukkan energi-energi apa saja yang termasuk kedalam sumber energi alternative. Setelah itu, peserta didik menuliskan hak terhadap sumber energi seperti hak mendapatkan energi. Setelah bertanya jawab dengan guru, kemudian kelas ditutup dengan menyanyi lagu “hemat energi” bersama-sama. (Puji-eska)

 
 

Bintang Pekanan

Star Of The Week

SditNews- Setiap pekan selepas upacara bendera hari Senin, selalu ada siswa-siswi SDIT Al Islam Kudus yang mendapatkan bintang pekanan. Pin Star of The Week itulah yang setiap pekan dibagikan kepada siswa yang berhak mendapatkan. Pin yang biasanya disematkan di dada sebelah kanan sebagai motivasi kepada siswa yang lain serta memberikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi. Apresiasi diberikan dilihat dari berbagai macam bentuknya, ada siswa yang rajin sholat lima waktu berjamaah, ada yang rajin sholat tahajud, rajin bersedekah, selalu tepat waktu, berani menyampaikan pendapat, siswa yang percaya diri serta siswa yang rajin bersedekah dan masih banyak lagi macam apresiasi yang diberikan.

Semoga dengan apresiasi yang diberikan sekolah, mampu menumbuhkan kebanggaan serta berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.(eska)

 
 

MAPSI 2017

MAPSI 2017 Maju Provinsi

SditNews- Subhaanallah...walhamdulillah...Barokallahu Lakum.. “Atas berkah dan rahmat Allah swt., doa tulus dari para assatidz/ah, totalitas  guru pembimbing dan pendamping, SDIT AL ISLAM KUDUS berhasil meraih beberapa kejuaraan dalam LOMBA MAPSI Tingkat Kab. Kudus,  Rabu, 11 Oktober 2017”, itulah pesan lewat WA yang disampaikan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan di grup assatidz SDIT Al Islam Kudus.

Inilah nama-nama siswa-siswi yang berhasil meraih lomba MAPSI tingkat Kabupaten diantaranya :

  1. Juara 1 LKTI Pi ➡ An. Dhiya kelas 5 C
  2. Juara 1 TAHSINUL KHAT Pa ➡ An. Thoriq kelas 5 A
  3. Juara 2 LCC PAISUM Pa ➡ An. Farhan kelas 5 D
  4. Juara 3 LKTI Pa ➡ An. Akya kelas 5 D
  5. Juara 3 KWI Pa ➡ An. Satria kelas 5 A, tambah ibu yang beralamat di desa Panjang Keacamatan Bae Kudus.

In sya Allah, para juara 1 ditingkat  Kabupaten Kudus akan mewakili pada Lomba MAPSI tingkat provinsi pada tanggal 3-5 November 2017 di Sukoharjo.

Terima kasih atas doa, perjuangan, dan kerjasama yang solid antara peserta didik, guru, karyawan dan wali peserta didik. “Semoga membawa kebaikan utk kita semua", imbuh bu Novi yang juga mebgajar di kelas IV.

Selamat berjuang kembali untuk mas Thoriq dan mbak Dhia. Masih berkesempatan untuk kembali meraih prestasi ditingkat provinsi. Aamiin . (eska)

 
 

Toilet Training

Toilet Training

dalam Kegiatan Tengah Semester

Kemampuan anak terutama kelas 1 untuk buang air sendiri di toilet merupakan salah satu tahap perkembangan yang penting menuju kemandirian. Membantu anak dalam toilet training kadang-kadang menjadi tantangan bagi orangtua dirumah pun bagi bapak-ibu guru di sekolah.

Dalam kegiatan tengah semester (KTS) SDIT Al Islam Kudus, Kelas 1 diprogramkan dengan mengadakann toilet training. Adapun tahap toilet training meliputi menyampaikan adab di kamar mandi, maksud buang air, melepas pakaian atau celana, buang air di toilet, membersihkan bagian tubuh sekitar tempat buang air, mengenakan pakaian kembali, menyiram toilet, dan mencuci tangan. Sedangkan hal-hal yang perlu dipahami orang tua atau guru dalam masalah toilet training ini diantaranya :

  1. Membiasakan mengenali isyarat ketika anak akan buang air, seperti ekspresi wajah, perilaku, atau posisi tertentu. Tanyakan apakah ia ingin ke toilet saat isyarat itu timbul.
  2. Memberikan contoh, adab di kamar mandi, baik doa, tentang cara duduk di toilet maupun dalam kebiasaan makan banyak serat.
  3. Pada awal toilet training, anak laki-laki perlu belajar buang air kecil dalam posisi duduk dulu. Belajar buang air kecil langsung dalam posisi berdiri mungkin dapat menyulitkan proses belajar duduk di toilet untuk buang air besar. Anak laki-laki juga umumnya butuh waktu lebih lama dalam proses belajar ini.
  4. Mengajari anak untuk buang air di malam hari sebelum tidur.
  5. Berkonsultasilah dengan dokter anak apabila anak belum dapat mengendalikan buang air saat ia berusia 7 tahun. (eska)
 
 

Page 3 of 32

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Berita Terbaru

  • Pendaftaran

Galeri Foto

Agenda sehari-hari

Agenda sehari-hari

Bakti Sosial

Halal Bihalal

Out Bond

Out Bond

PKL Siswa

Wisuda SDIT..

Wisuda SDIT..